Pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang apa itu New Media dan Virtual Community yang merupakan inti sari dari buku Handbook of New Media karya dari Leah A. Lievrouw & Sonia Livingstone pada chapter 2 yaitu yang berjudul Creating Community with Media: History, Theories, and Scientific Investigations. Inti dari chapter ini membahas tentang hubungan antara media baru dengan komunitas. Akan tetapi, saya akan menekankan pembahasan dalam tulisan ini tentang apa itu New Media dan Virtual Community dan manfaat dari 2 pokok pembahasan tersebut di kehidupan nyata.
Apa itu New Media?
Menurut McQuail (1994) media baru adalah tempat dimana seluruh pesan komunikasi terdesentralisasi; distribusi pesan lewat satelite meningkatkan penggunaan jaringan kabel dan komputer, keterlibatan audiens dalam proses komunikasi yang semakin meningkat. McQuail juga menyebutkan bahwa karakteristik new media juga merupakan suatu komunikasi timbal balik atau bisa disebut dengan interactivity, yang dimaksudkan dalam hal ini adalah penerima pesan tersebut dapat memilih, menjawab kembali, menukar informasi dan dihubungkan dengan penerima lainnya secara langsung, fleksibel, dalam bentuk isi dan penggunaan. pendapat McQuail juga didukung dan diperkuat oleh Negroponte (1995) menganggap aspek terakhir fitur yang paling mendasar, dan digitalisasi baginya dasarnya berarti bahwa isi dari satu medium dapat dipertukarkan dengan yang lain.
Perkembangan zaman pun berkembangan dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang mengantarkan kepada lahirnya New Media yang telah saya utarakan definisi tersebut dalam paragraf sebelumnya. Hasil dari kemajuan tersebut bisa kita nikmati pada era sekarang ini khususnya internet. Dengan internet semua persoalan mungkin bisa terjawab semua dengan teknologi ini. Akan tetapi, kita harus melihat dari sisi historis pada era sebelum adanya internet dan era dimana teknologi ini pertama kali ditemukan yang menimbulkan banyak dampak kepada masyarakat baik itu dampak negatif ataupun dampak positif. Perasaan pesimis dan optimis telah dibuat mengenai dampak Internet kepada masyarakat pada proses dimana internet ditemukan. Sebelum internet ditemukan, terdapat dua media yaitu radio dan televisi yang juga merupakan bentuk perkembangan suatu teknologi pada waktu itu, pandangan masyarakat mengenai hal itu menjadi negatif karena menurut mereka kedua media ini sama-sama ditakuti sebagai alat potensial untuk propaganda politik ,mampu merusak tatanan nilai masyarakat,deformasi pikiran muda yang akan membunuh warisan budaya seperti musik-musik modern seperti Rock n' Roll, K-Pop, dll. Hal negatif tersebut juga serupa terjadi pada internet. Namun, sebagian klaim tersebut awalnya memilkiki landasan dalam bukti, dan ketika studi sistematis dan ekspansif akhirnya berbuah hasil bahwa kehadiran teknologi baru mampu menghapus ketidak setaraan dan kejahatan dalam masyarakat, pendidikan akan meningkat, warga menjadi aktif dalam perdagangan ekonomi baru. Rheingold (1993,1993; 2000) dalam bukunya The Virtual Community juga beryakinan bahwa hilangnya nilai-nilai masyarakat tradisional dapat kembali melalui via Internet.
Selanjutnya akan saya bahas tentang kajian media baru dengan masyarakat yang mengantarkan kepada lahirnya Virtual Community. Kajian ini terbagi menjadi 3 gelombang/bagian yang akan dibahas sebagai berikut:
- Investigasi pertama tentang media dengan komunitas dilakukan dibawah naungan Chicago School pada tahun 1920an dan 1930an. Secara khsus Park (1922) tertarik dalam peran komunitas pers terhadap pembentukan identitas antara kelompok-kelompok imigran. Dalam sebuah studi berikutnya ia mengamati pembaca memiliki karakter yang berbeda anatar penduduk di kota dengan penduduk pedesaan. Park juga menemukan bahwa penduduk kota lebih tertarik akan berita dari luar daerah mereka sedangkan penduduk desa lebih tertarik pada berita lokal. Investigasi lainya juga dilakukan oleh Merton (1949) yang mengidentifikasi menjadi dua grup yaitu localities dan kosmopolitan. Localities berorientasi pada masyarakat setempat yang sibuk dengan aktifitas sosial berbasis dan terutama mengikuti koran lokal untuk mengakses berita. Sedangkan kosmopolitan sebaliknya, memiliki aktifitas sosial lebih luas dang mengkonsumsi media dari luar daerah. Dengan kata lain, bahwa penggunaan media dan partisipasi masyarakat adalah refleksi dari sifa-sifat individu.
- Gelombang ini terjadi sekitar awal tahun 1970sn yang merupakan awal penemuan televisi. Peneliti mengungkapkan bahwa dalam masa ini media telah mampu mempengaruhi pola pikir masyarakat luas serta terciptanya komunitas media. Kadang-kadang komunita media berorientasi hanya untuk menginformasikan kejadian audiens mereka. Menurut Prehn (1992) menunjukan bahwa penggagas komunitas media mengetahui kebutuhan orang yang sering berlebihan dalam mengekspresikan dirinya melalui media. Disini komunitas media sebagai penyalur informasi dan bahkan memunculkan kepentingan politik.
- Dan gelombang terakhir media mengantarkan kita pada zaman sekarang ini yang telah mampu merubah karakter dan menimbulkan komunitas baru yaitu Cybersociety. Cybersociety adalah masyarakat yang tercipta dari aktifitas yang terjadi hanya melalui perangkat komputer tanpa membutuhkan kontak fisik secara langsung. Dengan adanya internet semakin memudahkan dalam berkomunikasi karena tidak ada batasan waktu dan tempat, dan siapa saja bisa mengakses internet. Dengan adanya internet pula komunitas semakin mudah untuk berkomunikasi yang kemudian memunculkan Virtual Community.
Mengenai Virtual Community pertama kali dicetuskan oleh Howard Rheinghold. Virtual Community adalah jaringan sosial individu yang berinteraksi melalui media sosial tertentu, berpotensi melintasi batas-batas geografis dan politik serta memnuhi kepentingan kepentingan mereka, Salah satu jenis yang paling kita kenal adalah jejaring sosial dan media sosial yang kita ketahui pada saat ini, Hal yang paling mendasari dari seorang untuk berkomunikasi via online adalah kebutuhan seorang akan perkembangan teknologi saat ini. Dalam hal itu seorang bisa berkomunikasi dengan yang lain tanpa mengenal waktu dan tempat dan kita bisa mengakses informasi kapanpun dan dimanapun. Dalam komunitas virtual ini seorang mereka sekelompok orang bertemu secara virtual atas dasar hobi yang sama/kesukaan yang sama sehingga para individu membuat suatu komunitas di dunia online.
Setelah saya bahas sebelumnya secara garis besar apa arti dari virtual community selanjutnya akan saya bahas yaitu organic community. Organic community sangat berbeda dengan virtual. Organic merupakan suatu komunitas atau individu yang secara langsung berinteraksi dalam dunia nyata, berbeda dengan virtual yang membutuhkan koneksi internet secara online. Organic comunityt menekankan pada sifat dan watak seorang individu secara real atau nyata. Hal ini sangat menarik untuk menurut saya setelah melakukan diskusi dengan dosen pada kelas Teknologi Komunikasi. Perbedaan yang sangat jelas terjadi ketika seorang menggunakan 2 komunitas tersebut. Yang menarik dari diskusi tersebut adalah ketika individu mengeluarkan suasana hati secara virtual dan mengutarakan semua rasanya yang memungkinkan bahwa di dunia nyata dia sangat berbeda dengan dirinya di dunia maya. Faktor apakah yang mendasari hal itu? Hal itu terjawab bahwa setiap individu yang mengakses jaringan sosial maupun media sosial tertentu terdapat aspek psikologi yang mendasari untuk melakukan itu, bahwa seorang mempunyai keinginan untuk menunjukan jati dirinya sendiri.
JADILAH SEORANG YANG BIJAK DALAM MENGGUNAKAN SEBUAH TEKNOLOGI :)
No comments:
Post a Comment