Kalau belanja pakaian/ponsel yang dipikirkan terlebih dahulu pilih merek atau pantas dipakai?
Anomali masyarakat kita dalam membeli suatu barang memang cenderung melihat merk terlebih dahulu, sebelum melihat fitur yang ditawarkan.
Menurut saya, pengen “disangka” keren hanya karna merek yang digunakan itu malah terlihat norak dan sangat kampungan.
Lebih terhormat menggunakan Mito, Cross, dan merk HP China lain tapi asli, daripada Samsung S4, tapi Super Best Copy.
Ngerti kan maksud saya? Iya in aja biar kalian terlihat pinter.
Banyak orang yang memaksakan diri membeli barang hanya karna merek, menjadikan barang palsu banyak beredar. Hukum permintaan dan penawaran.
“Banyak yang lebih mementingkan gengsi daripada sekedar fungsi.”
“Gengsi mengalahkan spesifikasi. Barang belum terbeli sudah mikir harga jual kembali.”
Kadang suka heran, ada orang-orang yang mengurungkan niat membeli sesuatu hanya karna barang tsb, “made in China”.
Bagaimana jika ternyata, kulkas, TV, AC, ponsel kita, sparepartnya dari China? Meski merek terkenal sekalipun.
Pernah kepikiran nggak, Samsung, Sony, HTC, Blackberry, bahkan iPhone, sparepartnya dari China bahkan dibuat juga di China?
Apa yang belum bisa dibuat oleh China? Surga, neraka dan juga Tuhan. Jika saja Tuhan sudah made in China, maka saya akan beragama China.
Ini kenapa jadi ngomongin China? Ler!!
Pernah kepikiran nggak, untuk menekan cost produksi, perusahaan dengan merek terkenal pasti memproduksi barangnya di negara yang gaji buruh dan bahan baku yang lebih murah.
Tau nggak, sekitar 80% pakaian bermerek kelas dunia diproduksi di Indonesia. Seperti Zara dan Timberland, itu produksinya di Sukoharjo, Jateng.
Tau nggak, kalau Adidas dan juga Nike itu di produksi di Tangerang?
Bagaimana jika ternyata tas cantik yang kalian beli dengan harga ratusan ribu bahkan jutaan itu di produksi oleh tetangga sendiri? Dan yang membuat tas tersebut menjadi mahal hanya karena “merek”.
Makanya jangan terburu percaya dengan merek dan juga embel-embel “from Paris, Germany, America, Taeek AS*!”
Sekarang ini, jangan pernah merasa bahwa kita tertipu oleh iklan. Ubah pola pikir, sebagai konsumen kita dituntut untuk lebih jeli menentukan pilihan.
Untung saya bukan termasuk orang-orang yang begitu memperdulikan merek. Yang paling penting dirasa nyaman dipakai itu tidak masalah. Suka heran, dengan orang-orang yang rela membeli barang palsu cuma agar terlihat lebih berkelas.
Itu sama halnya dengan harga diri kita senilai dengan harga dan kelas barang yang kita pakai.
Jadi mulai sekarang, kamu masih memperdulikan merek atau fungsi? Pikir.
No comments:
Post a Comment