Tuesday, March 22, 2016

Perspektif Penggunaan Akses Internet

Seperti yang  kita  lihat  dewasa ini,  banyak sekali perubahan yang terjadi di   bidang teknologi. Dimulai dari bentuk komunikasi yang  sederhana sampai pada  komunikasi elektronik dan yang terakhir sampai pada penggunaan Internet. Perubahan yang  cepat  terutama pada  abad 20  ini oleh sejumlah ahli  dikatakan sebagai revolusi  komunikasi. llmu  pengetahuan yang selama ini kita pelajari selalu mengalami perubahan dan perkembangan yang  tidak mendadak. Perubahan ini ada yang terjadi secara pelan-pelan, ada  pula yang  teljadi secara drastis akibat pertentangan antara satu ilmu  pengetahuan dengan ilmu pengetahuan yang  baru, atau pertentangan antara teori yang  lama yang digantikan dengan penemuan teori baru  dalam pengetahuan. Paradigma lama  dari suatu teori atau ilmu  pengetahuan dianggap tidak sesuai lagi bahkan dianggap salah lantas kemudian digantikan dengan paradigma yang  baru  yang  lebih  diterima.

Munculnya teknologi baru di era sekarang ini menimbulkan berbagai dampak di kalangan masyarakat. Dampak tersebut merupakan sebuah perspektif dari hasil pemahaman seorang maupun para ahli untuk dikaji. Perspektif optimisme atau sebuah dampak positif dari berbagai konteks timbulnya teknologi baru yaitu internet memaksa masyarakat memahami bahwa dampak inilah menjadi sebuah hasil yang menggembirakan dari sebuah perkembangan teknologi. Akan tetapi, seiring pengalaman dan pemahaman lain mengenai internet juga menimbulkan sebuah perspektif pesimisme atau dampak negatif bagi penggunaan teknologi internet.

Tulisan ini mengantarkan pada bagaimana perspektif menurut para ahli berdasarkan penelitian dan kajian-kajian akademis mengenai dampak perkembangan internet pada masa kini yang dibagi menjadi 2 perspektif yaitu optimisme dan pesimisme dalam konteks akses penggunaan jaringan internet.

Perspektif Pesimis dan Optimis Dalam Hal Akses

Perspektif dalam penggunaan internet tentu menimbulkan dampak, baik positif maupun negatif. Saat-saat ini masyarakat sudah cenderung beralih pada new media yang memudahkan mereka untuk beirnteraksi satu sama lain dalam waktu yang singkat, meskipun kesulitan akses seperti sinyal, terkadang menjadi suatu hambatan. Menurut Browning dan Weitzner (1996), Corrado (2000), Davis (1999), dan Ruam (1997) berpendapat bahwa penggunaan internet berdampak pada banyak hal, misalnya akses, keterlibatan masyarakat, juga interaksi yang terjadi antara masyarakat.

Perspektif Pesimisme penggunaan internet dalam konteks hal akses

Perspektif pesimisme membahas mengenai kekhawatiran tentang akses internet/media online yang tidak sama yang berimplikasi pada keuntungan/manfaat yang didapat juga tidak sama. Hal ini dijelaskan bahwa prespektif pesimisme adalah suatu hal yang akan dirasa merugikan oleh masyarakat sebelum internet itu akan digunakan, prasangka buruk yang akan didapatnya dalam memanfaatkan sebuah teknologi internet dimasyarakat.  Ada banyak hambatan fisik dan sosial ekonomi atas persoalan akses jaringan tersebut. Berdasarkan survey yang dilaporkan oleh UCLA (2000)  pada responden untuk mengetahui  alasan mereka terhadap hambatan untuk menggunakan Internet, meliputi : tidak ada komputer atau terminal yang tersedia (37,7 persen), tidak tertarik (33,3 persen), tidak tahu bagaimana menggunakannya (18,9 persen), terlalu mahal (9,1 persen) (dan kemudian berbagai faktor lainnya). Tidak mampu menemukan konten online yang memiliki arti lokal atau pribadi atau mewakili budaya seseorang ternyata juga dapat mempengaruhi penggunaan Internet (Katz dan Rice , 2002a ; Warschauer , 2003).

Dalam konteks di Indonesia misalnya, keberagaman suku dan budaya mengakibatkan pula perkembangan teknologi tersendat atau tidak merata. Hal ini dikarenakan indonesia yang memiliki banyak pulau dan kebudayaan yang berbeda sangat memngaruhi untuk seberapa besar masyarakat di sebuah pulai dapat untuk mengakses internet. Contohnya seperti masyarakat pedalaman Papua yang masih sangat tradisional dan tidak melek teknologi. Mereka masih merasa asing akan teknologi dan selalu mempertahankan nilai-nilai tradisional. Hal ini menyebabkan mereka kehilangan kesempatan untuk berpartisipasi dalam internet.


Hasil gambar untuk akses internet


Perspektif optimisme penggunaan internet dalam konteks hal akses
menurut Penelitian terbaru (ECRL,1999; Howard et al,2002;.Katz dan Rice , 2002a) telah menemukan bahwa perbedaan ras dan gender dalam akses internet merupakan variabel lain yang diperhitungkan secara statistik. Namun yang lebih ditekankan pada perspektif ini adalah adanya upaya-upaya untuk mengatasi beberapa keterbatasan pada akses yang disebabkan oleh keadaan cacat. Pada tahun 1990, pemerintah mencari cara untuk memberikan pelayanan universal dan termasuk penyandang cacat. Pada tahun 1990, Judul IV dari Amerika dengan Disabilities Act membahas isu-isu kecacatan dengan mewajibkan semua operator layanan untuk menyediakan akses komunikasi bagi warga Amerika yang memiliki gangguan pendengaran ( Borchert , 1998: 56 ) . Melalui jaringan komunikasi yang menawarkan suara penuh duplex, transmisi data, grafis dan komunikasi video , ada potensi bagi para penyandang cacat untuk mengatasi keterbatasan ini.

Contoh kasus dalam hal optimisme penggunaan internet di Indonesia adalah penggunaan screen reader di Indonesia tidak lagi sebatas menjalankan aplikasi berbasis Microsoft Office, tetapi juga digunakan untuk berselancar di dunia maya. Penggunaan screen reader untuk berselancar di dunia maya sudah dilakukan Ramaditya (salah satu blogger tunanetra) sejak tahun 2003. Bukan hanya yang bersifat pribadi, sekelompok anak muda tunanetra, bergabung dalam komunitas bernama Kartunet Community Indonesia untuk membuat dan mengelola sebuah website dengan domain http://www.kartunet.com yang berdiri resmi pada tanggal 19 Januari 2006. Kartunet mempublikasikan berbagai karya sastra, artikel, dan berita terkait isu-isu disabilitas. Hingga saat ini, website yang digagas oleh empat orang tunanetra Irawan Mulyanto, Aris Yohanes Elean, Dimas Prasetyo Muharam, dan M Ikhwan Tariqo masih eksis dan dapat dikunjungi pada alamat http://www.kartunet.com.

Dilihat dari semua penjelasan diatas kita mengetahui bahwa sesungguhnya perkembangan teknologi tidaklah selalu menjadikan hasil yang baik bagi masyarakat. Kekurangan pun jika kita lihat menurut perspektif pesimisme dalam sebuah perkembangan teknologi khususnya internet juga sangat relevan dilihat pada masa kini. Teknologi mampu memajukan sistem peradaban masyarakat dengan maju , tetapi juga menimbulkan sisi negatif bagi penggunanya. 

DAFTAR PUSTAKA
Lievrouw, Leah A. & Sonia Livingstone. 2006, Handbook of New Media : Social Shaping
      and Social Consequences of ITCs, Sage Publication Ltd. London. Chapter 4 
      Perspective on Internet Use: Access, Involvement an Interaction

No comments:

Post a Comment